10 Hewan Paling Berbisa di Dunia Berdasarkan Jenisnya

Kali ini raffapedia akan membahas tentang hewan paling berbisa di dunia. Hewan hewan ini memiliki racun yang sangat berbahaya bagi manusia.

Efek yang ditimbulkan dari racun hewan berbisa tersebut cukup beragam, mulai dari gatal gatal, rasa terbakar pada kulit hingga yang dapat merusak kerja jantung.

Apa perbedaan hewan berbisa dengan hewan beracun ?

Perbedaan antara hewan berbisa dengan hewan beracun adalah hewan berbisa secara aktif menyuntikkan racunnya sedangkan hewan beracun secara pasif menyebarkan racunnya.

Contoh hewan berbisa adalah Ular dan Kalajengking. Ular menggunakan taring untuk menyuntikkan racun kepada mangsanya, sedangkan Kalajengking menggunakan sengat yang terdapat pada ekornya.

Sedangkan contoh hewan beracun adalah ikan Buntal ( Puffer fish ) yang memiliki racun pada bagian hatinya tetapi tidak dapat menyuntikkannya. Satu satunya cara racun pada ikan Buntal ini menyebar adalah ketika ada yang memakan bagian hatinya.

Daftar Hewan Paling Berbisa di Dunia :

1. Ular Pedalaman Taipan

Ular Inland Taipan
worldatlas.com

Ular Pedalaman Taipan ( Inland Taipan Snake ) adalah hewan paling berbisa di dunia. Satu gigitan dari ular ini memiliki racun yang cukup untuk membunuh 100 orang dewasa.

Berdasarkan hasil penelitian, bisa ular Pedalaman Taipan ini merupakan yang baling beracun jika dibandingkan dengan jenis ular lainnya, bahkan ular laut sekalipun.

Bisa yang terdapat pada ular Pedalaman Taipan ini berasal dari taringnya dan disebarkan dengan cara mematok mangsanya.

Ular Pedalaman Taipan atau yang dikenal juga dengan sebutan ular Dandarabilla oleh suku Aborigin ini merupakan spesies endemik yang berasal dari wilayar Timur Tengah Australia.

2. Laba Laba jaring Corong Australia

Laba Laba jaring Corong
australian.museum

Laba laba Jaring Corong Australia atau yang dalam bahasa Inggris disebut Funnel Web Spider adalah laba laba paling berbisa di dunia. Racun yang dimiliki oleh laba laba ini dapat membunuh manusia dalam waktu 15 menit.

Laba laba Jaring Corong Australia ini memiliki bisa yang berasal dari giginya dan disebarkan dengan cara menggigit lawannya.

Funnel Web Spider merupakan spesies laba laba asli Australia Timur. Laba laba ini terdiri dari 40 jenis spesies yang terbagi kedalam dua genera yaitu Hadronyche dan Atrax.

Beruntungnya serum anti racun laba laba ini telah ditemukan sejak tahun 1981 oleh para ilmuwan, dan sejak saat itu tidak ada kasus kematian yang disebabkan oleh hewan ini.

3. Tawon Tarantula Hawk

tawon tarantula hawk
thespruce.com

Bagi manusia dan hewan, sengatan tawon Elang tarantula ( Tarantula Hawk ) bisa sangat menyakitkan dan menghasilkan rasa sakit meskipun sebentar.

Meskipun sengatannya menyaktkan dan beracun, namun racun yang dihasilkan sama sekali tidak berbahaya bagi nyawa manusia. Racun pada tawon ini hanya memberikan rasa sakit di kulit.

4. Kalajengking Merah India

commons.wikimedia.org

Kalajengking Merah India ( Hottentotta tamulus ) dianggap sebagai kalajengking paling berbisa di dunia. Bisa atau racun yang terdapat pada kalajengking ini termasuk berbahaya bagi manusia.

Cara kalajengking Merah India menyuntikkan bisa kepada mangsanya adalah dengan cara menusukkan sengat yang terdapat pada ujung ekornya.

Efek yang ditimbulkan dari sengatan bisa atau racun kalajengking Merah India diantaranya adalah muntah, mengeluarkan banyak keringat, kejang bahkan kehilangan kesadaran.

Kalajengking ini banyak ditemukan di India, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka dengan habitat hidup di wilayah tropis dan sub tropis.

Meskipun racun dari kalajengking Merah India ini berbahaya, namun para ilmuwan percaya bahwa racunnya juga berguna untuk melawan berbagai jenis penyakit seperti kanker dan malaria.

5. Ikan Batu

oceana.org

Menurut halaman oceana.org, ikan batu ( Stonefish ) adalah ikan paling berbisa di dunia. Bisa yang dikeluarkan oleh ikan ini mampu membunuh manusia kurang dari 1 jam.

Bisa atau racun pada ikan Batu ini disuntikkan kepada mangsanya melalui sirip berduri yang terdapat pada bagian punggungnya.

Perlu diketahui bahwa ikan Batu lebih banyak menggunakan bisanya untuk menghindari para predatornya daripada digunakan untuk memburu mangsanya.

Another Stories