5 Kafe Tertua Di Dunia, Ada Yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1686

Di era generasi milenial ini kafe bukan hanya sekedar menjadi tempat makan dan minum saja, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Beberapa aktivitas seperti bekerja, surfing di dunia maya, mabar dan nonkrong bersama teman sudah biasa dilakukan di dalam kafe.

Kafe jaman sekarang pun memiliki tema serta nuansa ruangan yang berbeda beda, atau lebih dikenal dengan istilah “Instagramable”. Hal ini tentunya bertujuan menarik pengunjung untuk datang ataupun hanya sekedar berfoto.

Ngomongin soal kafe, pernah gak sih terbayang oleh kamu ada kafe yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan masih eksis hingga sekarang ? kafe mana sajakah itu ? Nah berikut raffapedia berikan infonya.

5 Kafe Tertua di Dunia Yang Masih Buka Hingga Saat Ini

1. Café Le Procope – Paris

procope.com

Café Le Procope adalah kafe tertua di dunia yang sudah ada sejak tahun 1686 dan masih beroperasi hingga saat ini.

Kafe yang terletak di Paris ini didirikan oleh seorang koki asal Sisilia yang bernama Procopio Cutò.

Sebelum mendirikan Café Le Procope, Procopio Cutò memulai karirnya sebagai karayawan magang disebuah kios minuman kecil yang ada di Paris.

Kafe paling bersejarah di Prancis ini pernah melayani beberapa tokoh terkenal seperti Voltaire, ean-Jacques Rousseau, Robespierre, Diderot, Thomas Jefferson, dan juga Benjamin Franklin.

Beberapa menu makanan “bersejarah” yang ditawarkan oleh kafe ini diantaranya :

  • Braised Beef Cheek
  • Traditional Coq Au Vin “Drunk From Julienas”
  • Calf’s Head in a Casserolee Dish as in 1686

Bagi turis yang ingin berkunjung ke Café Le Procope tapi tidak memesan makanan apapun juga diperbolehkan, karena kafe ini menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Paris.

2. Caffè Florian – Venice

Kafe tertua di dunia Caffè Florian
caffeflorian.com

Venice merupakan salah satu kota di Italia yang terkenal dengan wisata kanalnya.

Di kota ini juga terdapat kafe tertua di Italia yang bernama Caffè Florian. Kafe ini sudah ada sejak tahun 1720 dan masih buka hingga sekarang.

Sebelum berganti nama menjadi Caffè Florian, awalnya kafe ini memiliki nama Alla Venezia Trionfante.

Nah untuk kamu yang memiliki rencana berkunjung ke Venice, gak ada salahnya untuk berkunjung ke Caffè Florian yang berlokasi di Piazza San Marco ini.

3. Antico Caffè Greco – Roma

Caffè Greco
horecanews.it

Telah buka sejak tahun 1760, Antico Caffè Greco menjadi salah satu kafe tertua di dunia. Kafe ini didirikan oleh Greco yang berasal dari Yunani.

Selain menjadi yang paling tua, Antico Caffè Greco juga terkenal sebagai kafe paling elegan di dunia.

Beberapa tokoh terkemuka dunia yang pernah berkunjung ke kafe ini diantaranya Stendhal, Goethe, Arthur Schopenhauer, Bertel Thorvaldsen dan Mariano Fortuny.

Kafe yang terletak di Roma Italia ini tidak pernah tutup sejak awal dibuka, terkecuali pada saat pandemi covid-19 melanda dunia, kafe ini sempat ditutup selama 8 minggu.

4. Café Central – Viena

Café Central
cafecentral.wien

Café Central adalah sebuah kafe bersejarah yang ada di Austria, tepatnya di jalan Herrengasse 14, distrik Innere Stadt, Viena.

Kafe tradisional yang dibangun pada tahun 1876 ini menempati lantai dasar bekas gedung bank dan bursa efek yang kini disebut Palais Ferstel.

Beberapa tokoh penting dunia pernah mengunjungi kafe ini, diantaranya Adolf Hitler, Joseph Stalin, Josip Broz Tito dan Adolf Loos.

Café Central juga pernah dijuluki sebagai sekolah catur karena sering digunakan para pemain catur untuk bertanding.

5. Caffè Reggio – New York

untappedcities.com

Caffè Reggio didirikan pada tahun 1927 oleh seorang imigran keturuan Italia yang bernama Domenico Parisi. Kafe ini terletak di Greenwich Village yang ada di kota New York, Amerika.

Caffè Reggio merupakan kafe pertama di Amerika yang menyajikan Cappucino. Di dalam kafe ini juga masih tersimpan mesin espresso asli buatan tahun 1902 seharga 1000 dollar pada masa itu.

Kafe ini juga pernah dijadikan sebagai lokasi syuting film, salah satunya adalah film The Godfather part II.

Another Stories

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More